• Jelajahi

    Copyright © Suara Rakyat
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RSUD dr Moch Saleh


    Inspektorat Probolinggo



    Latest Post

    Iklan

    Konferensi Media Regional 2025: Solusi Ketimpangan Informasi di Indonesia Timur

    , Kamis, Maret 27, 2025 WIB Last Updated 2025-03-26T20:46:45Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    SUARARAKYAT | MAKASSAR, – Regional Media Conference (RMC) 2025 resmi dibuka di Bikin-Bikin Creative Hub, Redaksi KabarMakassar, Nipah Park, Makassar, pada Senin, 24 Maret 2025. Mengusung tema “Kesetaraan dan Keberlanjutan Wilayah Indonesia Timur melalui Penguatan Hak Sipil dan Peran Media", konferensi ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang kredibel dan transparan.  

    Kolaborasi KabarMakassar, BBC Media Action, dan Pemerintah Inggris

    Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara KabarMakassar dan BBC Media Action, dengan dukungan Pemerintah Inggris di Indonesia.  

    Direktur KabarMakassar, Hajriana Ashadi, menekankan pentingnya kerja sama ini dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif di Indonesia Timur.  

    "Ini adalah inisiatif besar yang melibatkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia Timur. Kami berharap konferensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem kesetaraan di kawasan ini," ujar Hajriana.  

    Senada dengan itu, Rachael McGuin, Country Director Indonesia & Pacific BBC Media Action, menyampaikan dukungan penuh terhadap acara ini.  

    "Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan KabarMakassar. BBC Media Action berharap kerjasama ini dapat menghasilkan dampak yang nyata," katanya.  


    Diskusi Strategis: Akses Informasi, Hak Sipil, dan Peran Media

    Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai tantangan di wilayah timur Indonesia, termasuk akses informasi, ketimpangan pembangunan, dan penguatan hak sipil.  

    Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dengan fokus bahasan yang berbeda:  

    1. Kelompok 1: Energi, tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, anak, perempuan, dan masyarakat adat.  
    2. Kelompok 2: Demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).  
    3. Kelompok 3: Peran media, masyarakat sipil, dan aktor penggerak perubahan.  

    Sebagai tindak lanjut, peserta memaparkan hasil diskusi dalam bentuk resolusi dan rekomendasi strategis untuk memperkuat kesetaraan dan keberlanjutan di Indonesia Timur.  

    Salah satu rekomendasi utama adalah meningkatkan literasi media di wilayah terpencil, khususnya terkait isu energi, hak perempuan, anak, dan masyarakat adat. Selain itu, kolaborasi antara media, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan dinilai krusial untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak luas.  

    Peluncuran Program Kesetaraan dan Keberlanjutan Indonesia Timur

    Sebagai puncak acara, KabarMakassar dan BBC Media Action meluncurkan program "Kesetaraan dan Keberlanjutan Wilayah Indonesia Timur melalui Penguatan Hak Sipil dan Peran Media." 

    Direktur KabarMakassar, Hajriana Ashadi, menegaskan bahwa RMC 2025 menghadirkan berbagai ide strategis untuk menjawab tantangan pembangunan dan hak sipil di Indonesia Timur.  

    "Terima kasih kepada BBC Media Action atas ruang diskusi produktif ini. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan kebijakan yang menjamin transparansi dan keberlanjutan," ungkapnya.  

    Sementara itu, Upi Asmaradhana, Founder & CEO KGI, menekankan bahwa RMC 2025 adalah langkah awal membangun konsolidasi masyarakat sipil untuk memperkuat suara Indonesia Timur dalam kebijakan nasional.  

    "Media harus menjadi jembatan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat Timur Indonesia kepada pemangku kebijakan," katanya.  

    Peran Jurnalisme dalam Demokrasi dan HAM

    Dalam sambutan virtualnya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey CVO, OBE, menyoroti peran penting jurnalisme dalam demokrasi dan HAM.  

    "Jurnalis memainkan peran krusial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, meningkatkan transparansi, serta mengarahkan perhatian pada isu-isu penting seperti HAM dan lingkungan," ujarnya.  

    Ia juga menyoroti tantangan dalam meliput isu perubahan iklim dan polusi, serta pentingnya menjaga keselamatan dan independensi jurnalis agar kebebasan pers tetap terjaga.  

    Sementara itu, Helena Rea, Head of Project BBC Media Action, menekankan pentingnya literasi digital dan literasi media untuk menangkal misinformasi, terutama bagi anak muda, perempuan, dan kelompok rentan.  

    "Di era digital, kita kebanjiran informasi. Algoritma menentukan apa yang kita konsumsi, tetapi belum tentu semua informasi itu benar dan dibutuhkan. Oleh karena itu, meningkatkan literasi media menjadi sangat penting," jelasnya.  

    Helena juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara media, masyarakat sipil, dan akademisi diperlukan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.  

    Dukungan Akademisi dan Penandatanganan Kesepakatan

    Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa (Prof. JJ), menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di Indonesia Timur.  

    "Dari 24 PTNBH di Indonesia, hanya Unhas yang berasal dari timur. Ibarat kapal, jika 23 ada di barat dan hanya satu di timur, maka kapal itu akan miring. Kita harus memperkuat kapasitas di berbagai bidang, termasuk hak-hak sipil dan peran media," ujarnya.  

    Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait Kesetaraan dan Keberlanjutan Wilayah Indonesia Timur melalui Penguatan Hak Sipil dan Peran Media.  

    Daftar Pembicara dan Peserta RMC 2025

    Pembicara Utama:
    - Kamaruddin Azis (Blogger/Aktivis Sulsel)  
    - Muh Iqbal (Ketua AMSI Sulawesi Tengah)  
    - Wendi Wambes (Ketua AMSI Maluku Utara)  
    - Hendrina Dian Kandipi (Jurnalis Perempuan Papua)  
    - Beche BT. Mamma (Peneliti, Makassar)  
    - Uslimin Usle (Presidium Kaukus Timur Indonesia)  
    - Rosniawanty Fikry T (Kaukus Perempuan Berdaya Indonesia Timur)  
    - Upi Asmaradhana (Founder & CEO KGI)  

    Peserta FGD:
    Terdiri dari organisasi media, jurnalis, akademisi, dan aktivis dari berbagai daerah, di antaranya:  
    - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar  
    - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Makassar  
    - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar 
    - Walhi Sulsel
    - Mongabay.co.id 
    - Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non-Pemerintah (FIK Ornop) 
    - Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Sulsel

    Pakar Akademisi & Aktivis NGO: 
    - Prof. Dr. Abd. Hamid Paddu, M.A. (Unhas)  
    - Dr. Hasrullah (Komunikolog Unhas)  
    - Dr. Fadli Andi Natsif, SH.,MH (UIN Alauddin Makassar)  
    - Samsang Syamsir (Koordinator FIK ORNOP Sulsel)  
    - Azis Dumpa (LBH Makassar)  
    - Idward Anwar (Budayawan)  

    Dengan dukungan dari Pemerintah Inggris, RMC 2025 diharapkan dapat memperkuat akses informasi yang kredibel, kebebasan pers, serta perjuangan hak-hak sipil di Indonesia Timur.

    Photo bersama pembicara, Pakar Akademisi & Aktivis NGO dan peserta RMC 2025
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini